#Eps3 Night thinker : Apakah Personal Branding Dapat Terbentuk dari Sosial Media?

Apakah personal branding dapat terbentuk dari sosial media?

Akhir-akhir ini banyak sekali campaign soal self-love yang mana mengajak lingkungan kita untuk mencintai dirinya sendiri dengan cara memiliki kebebasan bersosial media di akun pribadi. Yap! thats a great one.

Tapi,

bebas yang dimaksud seperti apa?


Beberapa dari kita mungkin saling menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang kita senangi di sosial media atau tidak mau menunjukkan itu dengan alasan tidak mau dilihat "lebih" oleh kebanyakan orang atau mempertahankan "Daya tarik" juga. 

banyak sekali alasan diluar sana mengapa kebanyakan dari kita menahan hal-hal yang tidak kita tunjukkan ke sosial media.


Misal contohnya, kebanyakan orang diluar sana beranggapan ketika si A "menahan sesuatu hal" yang tidak ia tunjukkan di sosial media, ia akan di cap sebagai anak yang kurang menyayangi dirinya sendiri karna menahan-nahan hal yang seharusnya "lepasin aja! " atau "tunjukkin aja!"

Bagaimana kalau ternyata "menahan" adalah hal yang ia ingin, demi membentuk suatu personal branding?


sebut saja, ada seorang wanita yang tidak ingin terlalu menunjukkan bakat dance di sosial media karena ia ingin memiliki arah personal branding yang lebih santai atau personal branding yang berfokus dalam bidang daily outfit beserta ke-estetik-an nya.

bukan berarti kita dapat menyebutnya tidak-mencintai-diri-sendiri,bukan?


Personal Branding dibentuk ketika kita sadar bahwa jejak digital ini akan terus ada sampai kapanpun dan memiliki impact atas keberlangsungan hidup kita kedepannya mau itu soal karir, kesempatan di masa depan , peluang dan sebagainya.

Dan juga personal branding tersebut terbentuk ketika orang-orang sadar bahwa hal-hal yang kita lakukan memiliki value tersendiri bagi orang yang melihatnya.

Dengan cara contoh wanita tadi "menahan" dirinya, Secara tidak langsung ia akan dapat mudah ditemui oleh akun-akun olshop yang menawarkan kerja sama brand fashion kepadanya karena ia tahu betul apa yang sedang ia pertahankan dan tunjukkan kepada publik.

Menurut kita, dance adalah suatu ekspresi kesenangan yang ia tahan.

padahal, kenyamanan dan kebahagiaan lain dapat ia temukan selain dance.


Menurutku pribadi, Self-love sendiri adalah ketika kita merasa nyaman dengan apa yang kita lakukan dan sadar mana baik buruknya demi diri kita sendiri.


Jadi Menurutku,

Gapapa menahan diri dalam bersosial media demi membentuk "Personal Branding" yang memiliki impact baik demi keberlangsungan hidup kedepannya.


Gapapa juga kamu aktif meng-ekspresi-kan hal-hal yang kamu keluhi maupun sukai dan senangi dalam sosial media yang nantinya secara tidak langsung akan membentuk "personal branding" kamu.


Gapapa juga kamu memiliki rasa khawatir terhadap pemikiran orang lain yang berarti kamu sadar bahwa kamu mampu menyaring hal-hal yang sekiranya kurang baik bagi tahap proses membangun "personal branding" kamu.


Semua punya jalan masing-masing dalam hal bagaimana kita mencintai diri kita sendiri.

semangat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Korean Preset Lightroom

#Eps2 Night Thinker : Kenapa kita mudah kecewa?