#Eps2 Night Thinker : Kenapa kita mudah kecewa?

(credit : pinterest)


Kenapa ya kita mudah kecewa?

Kenapa semua ekspektasi kita tidak berjalan dengan lancar?

Mengapa orang yang kita suka malah menjauh?

Mengapa hal-hal yang terjadi di sekitar kita tidak sesuai apa yang kita mau?


Semua pertanyaan yang di awali dengan kata “kenapa” pasti memiliki alasan tersendiri.

Mengapa kita hadir di bumi ini juga pasti mempunyai suatu alasan.

Sebuah buku yang berjudul “filosofi Teras” mengatakan bahwa Bahagia yang sederhana adalah bahagia yang terbebaskan dari rasa emosi atau perasaan yang terganggu.

Kadang, kita berpikir kenapa orang-orang bisa melakukan hal jahat kepada kita atau mengecewakan kita, sedangkan kita selalu berbuat baik terhadap mereka.

Di bumi ini, ada satu hal penting yang harus kita ketahui sebagai manusia, yaitu kita tidak bisa mengendalikan hal-hal diluar kendali kita.

 Untuk hidup yang lebih tangguh dan tidak mudah sensi atau bahkan baperan, kendalikan presepsi dan pikiranmu sendiri. Karena itu ada di dalam kendalimu.

Inilah disebut prinsip yang bernama “Dikotomi Kendali.”

Prinsip ini berlaku dalam segala aspek umur, mau tua atau muda, bahkan jika balita sudah mengerti dan memahami prinsip ini mungkin ia akan menerapkan nya dalam kehidupan mereka. Namun yang menjadi hal yang perlu kita sadari adalah, kita sudah tergolong dewasa untuk mengerti hal-hal yang terlihat “biasa” namun berdampak besar bagi kehidupan. Kehidupan kita sendiri maupun orang lain.

Loh, Apa hubungannya?

Sebut aja, kita dengan mudah secara yakin dan mampu dalam mengendalikan diri kita sebagai manusia, seperti kita dengan mudah menjadi baik ke orang lain, mudah memberi, mudah dalam mengontrol kata-kata positif agar tidak menyakiti orang lain.

Namun, mengapa ketika kita bisa mengontrol itu semua, malah orang lain yang tidak bisa melakukan hal yang sama?

Karena hal itu adalah sesuatu yang diluar kendali kita. Omongan yang dia ucapkan, isi pikiran, isi perasaan dia, itu semua berada jauh di dalam kendali kita. 

Lalu, mengapa kita mudah “insecure” atas apa yang orang lain ucapkan?

Kenapa ya kita mudah tersinggung dan sakit hati?

Apakah itu berarti kita tidak bisa mengendalikan pikiran dan perasaan kita?

Apakah itu berarti kita tidak bisa menerima apa yang ada dalam diri kita?

Apakah itu berarti kita tidak tau potensi apa yang sebenarnya ada dalam hidup kita?

Lagi,lagi semua pertanyaan berbalik lagi ke kita sendiri.

Karena pada hal nya, kita akan tetap saja tidak bisa mengendalikan apa yang orang lain lakukan terhadap kita. Kecuali sebaik-baiknya adalah presepsi kita terhadap diri kita sendiri.

Misal contoh lainnya, kamu menyukai seseorang. Hal yang bisa kamu lakukan adalah seperti memberinya perhatian, memberi coklat dan bunga atau hal-hal menyenannkan lainnya.

Namun apakah itu dapat dipastikan bahwa ia akan melakukan hal yang sama terhadap kamu? Enggak.

Itu semua jauh dari kendali kamu. Perasaan yang ada padanya, ya hanya ia seorang yang dapat mengendalikannya. Isi pikirannya terhadap kamu, adalah kendali miliknya.

Jika kamu tidak bisa menerima dan memahami itu, kecewa sering menjadi teman.

Jadi, kehidupan kita  tergantung bagaimana presepsi kita. Kamu tidak bisa memaksakan kehendak orang lain, opini orang lain, atau perasaan orang lain itu menjadi “sama” seperti apa yang kamu harapkan.

Begitu pula apa yang kamu pikirkan tentang dirimu, kamulah pemegang kendalinya.

Presepsi terhadap diri kita berada di bawah kendali kita sendiri.

Kita adalah milik kita sendiri.

 

Pernah suatu ketika mendengar Podcast Rachel Vennya sebagai narasumber, yang kalau ga salah potongan isinya “Bahkan orang terdekat kita sekalipun dapat mengecewakan kita. Sebut saja Teman atau Keluarga, sekalipun diri kita sendiri. Namun hal yang tidak pernah mengecewakan adalah meminta dan berharap kepada Yang di Atas “.

 Sebagai kesimpulan lain, Kita tidak bisa berharap sepenuhnya kepada Manusia. Berharap pada Yang Maha Kuasa adalah kendali kita yang paling sebaik-baiknya untuk menghindari kekecewaan.

Karena hal itu, ada dalam kendali kita.

__

Selamat berfokus pada diri masing-masing!

 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tutorial Korean Preset Lightroom

#Eps3 Night thinker : Apakah Personal Branding Dapat Terbentuk dari Sosial Media?